Hal termalas apa yang pernah loe lakuin? malas ngerjain tugas? malas jemput pacar untuk nge-date? atau yang paling extreme, malas untuk malas. what!? bayangin loe di situasi sedang nonton tv, acara di hadapan loe gak menarik sama sekali, remote yang seharusnya menjadi penyelamat hari loe secara misterius menghilang dari peradaban duniawi. KESEL. tapi jangan khawatir, seperti kata pepatah, tak ada rotan akar pun jadi. solusinya adalah PAKAI JEMPOL KAKI.
Tapi plis jangan lakukan cara primitif ini, secara jangka panjang gak baik untuk loe dan janin yang loe kandung. loh?. gak gak gak, but seriously budi. gue dulu sering lihat adek gue yang nomor satu melakukan hal ini. gue sebut ini sebagai leg for remote disappear dishorder (LFRDD). biasanya adek gue kalau nonton tv posisinya sambil kayang sambil tiduran di lantai, posisi TV dihadapannya di topang dengan lemari tv yang punya ketinggian sekitar 50 cm, posisi adek gue berada di lantai dengan ukuran 20 x 10 cm, berapakah panjang kolor yang gue pakai sekarang?
a. 10 mm
b. 10 liter
c. lupakan pertanyaan ini dan baca paragraf selanjutnya
Semua berjalan normal, sampai suatu ketika dia mulai bosan dan ingin mengganti ke saluran lain, dan disinilah adegan dimulai.. ternyata remote berada jauh diatas lemari tv... adek gue sebagai pasien penyandang LFRDD akan melakukan apa yang dilakukan para penyandang penyakit ini, yaitu dengan cara PAKAI JEMPOL KAKI. caranya mudah, dalam posisi rebahan, dia cukup mengangkat salah satu kakinya selebar 45 derajat, dan mengarahkan jempol kaki ke tombol yang ada di TV. relate gak dengan cara ini? kalau gak relate, coba deh sekali-kali hidup miskin. Nah, permalasahan baru pun dimulai, saking seringnya menggunakkan jempol kaki untuk urusan menonton tv, kalaupun dia megang remote di tangannya, dia tetap mengganti saluran pakai kaki. remotenya? dia jadikan cemilan. ya, adek gue hobby nyemil remote, sepertinya ini adalah efek samping dari LFRDD. beberapa tombol remote sudah tidak utuh lagi, dan bagian ujung remote yang ada sensornya sudah tidak berguna lagi, karena sensor nya pindah ke lidah adek gue, sekarang kalau gue mau ganti saluran TV, tinggal nyuruh adek gue mangap. Saking parahnya, kalau adek gue diajak ke rumah orang, emak gue bakal mengingatkan si pemilik rumah untuk menyembunyikan remote TV. lalu pemilik rumah berbisik "remote rumah sudah dicemilin anak saya yang bungsu" TIDAAKKKKK. gue rasa penyakit ini akan menjadi pandemi, segeralah kalian bertaubat ! dunia akan berakhir dengan para pemakan remote !
Kalian tau Eugene Polley?, gak tau ya? makanya SEKOLAH. Dia inilah dalangnya, dialah yang pertama kali menemukan remote TV. Gue gak banyak cari tau soal si Eugine ini, tapi gue asumsikan Eugene adalah orang yang pemalas. jaman dulu, orang jual TV kagak ada remotenya, mereka bisa membuat TV tapi tidak dengan remote. ibarat bisa masak tapi piringnya kagak ada, gimana tuh? btw, sebelum piring ditemukan orang jaman dulu naruh makanan dimana ya? di lantai? gak mungkin, yang lebih masuk akal mereka lempar makanannya ke udara dan masukin ke mulut satu per satu. gak lah ! gue ngarang. Balik lagi ke Eugene, kenapa gue asumsikan DOI ini pemalas? jadi, saat dia dan istrinya sedang menonton TV, sang istri memintanya untuk menurunkan volume karena suara dari TV mereka yang menggunakan speaker compo simba suaranya terlalu jedag jeduk dan para tetangga mulai resah. Si Eugine yang sudah terlanjur pewe dan tidak ingin merusak mood, akhirnya memutuskan untuk berdiri namun tidak menuju ke arah TV, melainkan ke meja kerjanya dan setelah beberapa lama kemudian dia berhasil menciptakan sebuah benda yang sangat futuristik dan bermanfaat hingga puluhan bahkan ratusan tahun kemudian. disitulah asal mula ditemukan remote.
see? ini merupakan contoh kecil dari pentingnya bermalas-malasan. segala kenikmatan duniawi yang kita rasakan sekarang adalah buah dari kemalasan orang jaman dulu. jadi hal yang wajar kalau gue saat ini jadi pemalas, gue melestarikan apa yang sudah para pendahulu kita perjuangkan, bayangkan betapa sedihnya dan sia-sia
Gue termasuk golongan orang yang pemalas, malas melakukan apapun yang menurut gue perlu effort untuk melakukannya. mungkin lebih tepatnya gue malas melakukan sesuatu yang memerlukan banyak gerakan, orang jaman sekarang menyebutnya dengan istilah mageran. Gue orang yang lebih suka merebahkan badan sambil cek timeline dan ditemani es kopi beserta cemilan. dengan kemajuan teknologi gue gak perlu capek-capek keluar hanya untuk membeli makanan atau melihat apa yang terjadi diluar, cukup dengan mengusap usap jempol di layar hp (ya kali layar tancep). Tapi kemalasan itu membawa dampak yang cukup serius, pada akhirnya kemalasan gue mempengaruhi produktifitas gue sebagai public
Tapi sekarang gue gak mau malas-malasan lagi, gue percaya kalau umur itu kayak anak kos yang datang ke kondangan, selalu nambah. Gue bercita-cita untuk menjadi orang dewasa yang produktif sampai akhir khayat nanti. Masa depan memang gak ada yang tau, tapi masa depan ditentukan sama apa yang kita lakukan saat ini, kalau kata orang bijak sih gini:
Di masa depan gue gak mau menuai hasil dari kemalasan gue saat masih muda. Karena salah satu hal yang paling gue benci adalah kata "penyesalan", gue gak mau masa tua gue dipenuhi dengan rasa penyesalan, gue akan membuka lembaran hidup baru dengan setumpuk aktifitas yang akan nge-imporve hidup gue, dengan harapan rasa malas yang selama ini membayangi hidup gue bisa lenyap untuk selama-lamanya and welcome to bright future.
Apa yang kita tabur saat ini, itulah yang akan kita tuai dimasa depan.
Di masa depan gue gak mau menuai hasil dari kemalasan gue saat masih muda. Karena salah satu hal yang paling gue benci adalah kata "penyesalan", gue gak mau masa tua gue dipenuhi dengan rasa penyesalan, gue akan membuka lembaran hidup baru dengan setumpuk aktifitas yang akan nge-imporve hidup gue, dengan harapan rasa malas yang selama ini membayangi hidup gue bisa lenyap untuk selama-lamanya and welcome to bright future.
udah gitu aja dulu ya, gue lagi capek untuk ngelanjutin kalimatnya. gue mau malas-malasan dulu sekarang wkwk. kalau gue lupa, tolong ingetin gue dengan kalimat diatas supaya termotivasi, untuk saat ini gue skip dulu, lebih enak rebahan cuy HAHA.
oke bye.
Komentar
Posting Komentar